REFRAIN
Jum’at, 24 Juli 2009. Sekitar jam 9 malam. Malam itu, saya yang biasanya tidur di kamar Eva, seorang perempuan yang sebaya dengan saya, tiba-tiba disuruh si pemilik rumah untuk tidur di kamar miliknya. Saya yang pada saat itu sudah didominasi rasa kantuk, hanya menuruti perintah tersebut tanpa mempertanyakan apapun. Karena sudah sekitar 1 bulan tinggal di rumah itu, saya tak pernah sebelumnya masuk ke kamar si pemilik rumah. Sekali masuk langsung bisa merasakan tidur di atas tempat tidurnya. Tapi saya hanya seorang diri di kamar itu. Si pemilik rumah beserta suaminya entah mereka tidur dimana. Mungkin di kamar lain, pikir saya saat itu. Begitu pun adik saya, Afi, yang tak disuruh tidur di kamar itu. Hmm, mungkin dia tetap tidur menemani bapak yang sedang sakit, pikirku lagi saat itu. Kamar itu tak begitu besar, terasa lebih sempit dengan ukuran tempat tidur yang cukup besar. Penuh dengan lemari dan barang. Kamar itu terlihat begitu nyaman dengan suhu ruangan yang standar...